
Karo, – Terkait adanya seorang siswa Sekolah Dasar Kelas V diketahui bernama Felicia Karo Sekali (11) warga Desa Seberaya Kec. Tiga Panah, Karo, diduga meninggal dunia usai mendapatkan proses vaksinasi.
Menanggapi hal ini Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta br Sinulingga, mengaku kalau sudah memberitahukan perihal suntik vaksin kepada pihak sekolah jauh hari sebelum dilakukan vaksin. Menurutnya perihal kegiatan suntik vaksin tersebut sudah diberitahukan pada saat upacara kepada siswa untuk dilaporkan kepada orang tua.
“Kalau untuk prosedurnya sudah kita lakukan dengan benar, vaksin dalam keadaan aman. Dan sudah ada pendataan, dan semua prosedurnya sudah kita lakukan,” jelasnya saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (14/08/2026) sore.
Dirinya juga mengatakan kalau sudah melaporkan segala kegiatan ke pihak Kecamatan Tiga Panah, dikarenakan untuk program suntik Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) ini memang rutin dilaksanakan selama 2 kali dalam jangka waktu 1 tahun.
Dan menurutnya kalau pihak sekolah sudah memberitahukan kegiatan vaksinasi ini kepada orang tua siswa. Dan sebelum dilakukan vaksinasi juga sudah dilakukan prosedur Screening yakni pemeriksaan tes medis awal untuk mendeteksi resiko penyakit atau kondisi kesehatan pasien yang akan dilakukan pada orang yang tampak terlihat sehat.
“Kata sekolah, kalau sudah diberitahukan kepada orang tua siswa. Dan sebelum kita lakukan vaksinasi, kita juga udah lakukan screening untuk mastikan kondisi kesehatan awal dari siswa,” ungkapnya.
Saat ditanyai mengenai langkah dari Puskesmas Tiga Panah dalam menyingkapi hal ini, dirinya juga mengatakan kalau vaksinasi HPV yakni imunisasi untuk mencegah infeksi virus yang memicu kanker serviks atau kanker area reproduksi ini belum ditemukan adanya keterkaitan antara suntikan vaksin dengan penyakit yang diderita korban sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Hal ini didapat dalam pertemuan dengan Komnas Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kippi) Pusat dan Provinsi Sumut. Dan saat ini pihak terkait masih menunggu klarifikasi sambil melakukan investigasi mendalam akan kejadian ini.
“Jadi setelah adanya pertemuan didapat keterangan kalau tidak ada hubungan antara suntikan HPV dengan penyakit siswa yang menyebabkan meninggal dunia. Tapi saat ini kita juga masih menunggu tim melakukan investigasi atas kejadian ini,” terangnya.
Pernyataan dari pihak Puskesmas Tiga Panah dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan berdasarkan keterangan dari orang tua korban bertolak belakang. Dimana menurut orang tua siswa, kalau tidak ada pernah diberitahukan akan adanya kegiatan suntikan vaksinasi baik secara tertulis maupun ucapan.
Orang tua korban mengetahui suntikan vaksinasi tersebut berasal dari korban usai pulang sekolah. Yang kemudian kondisi korban mengalami kelemahan dan demam yang sangat tinggi, hingga akhirnya meninggal dunia.
Dan sampai saat ini Kepala Sekolah Dasar SD 047164 Seberaya Kec. Tiga Panah, masih bungkam dan terus mengelak saat hendak dikonfirmasi mengenai kejadian ini.
Begitu juga dari Bagian Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pemkab Karo, yang mengaku juga masih belum mengetahui secara pasti kronologi awal kejadian ini. Dimana kejadian ini diduga akibat adanya kelalaian dari pihak sekolah yang melakukan pembiaran suntikan vaksin tanpa melakukan prosedur yang telah ditetapkan.
Diketahui sebelumnya seorang siswa Sekolah Dasar Kelas V diketahui bernama Felicia Karo Sekali (11) warga Desa Seberaya Kec. Tiga Panah, Karo, diduga meninggal dunia usai mendapatkan proses vaksinasi.
Menurut keterangan yang dihimpun, korban yang merupakan siswa SD 047164 Seberaya Kec. Tiga Panah, Karo, ini mendapatkan suntikan vaksinasi pada Rabu (05/08/2026) lalu, dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo.
Dan setelah itu korban mengalami peningkatan suhu badan lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah 3 hari mendapatkan perawatan akhirnya meninggal dunia. (JKTim)



Your IP Address : 216.73.216.143