Antisipasi Maraknya Tawuran Siswa Di Karo, Komisi A DPRD Kabupaten Karo Harapkan Dukungan dan Peran Orang Tua serta Guru

Facebook
WhatsApp
X
Threads

 

Karo, Jurnaliskaro.com,- Menanggapi aksi tawuran yang marak belakangan ini, yang melibatkan siswa sekolah. Ketua Komisi A DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu, menyampaikan untuk mengantisipasi kejadian ini agar tidak terulang kembali dengan cara peran dan dukungan dari orang tua dan guru sekolah. Dikarenakan, biasanya para siswa yang terlibat dalam aksi tawuran ini salah dalam pergaulan ataupun kurangnya perhatian dari orang tua.

“Miris kalau kita lihat adanya aksi tawuran siswa seperti ini. Untuk antisipasi hal ini sebenarnya peran dan dukungan orang tua serta guru sangat berpengaruh besar. Dengan cara memberikan nasihat dan bimbingan kepada para siswa,” jelasnya saat ditemui di ruangannya di Kantor DPRD Karo, Selasa (21/04/2026) siang.

Lanjut anggota DPRD Karo yang membidangi Bidang Pendidikan ini, bahwa dalam kondisi ini jangan saling menyalahkan, namun mari bersama mendidik anak dengan baik. Dan memberikan pemahaman yang baik kepada anak.

“Saat ini kita tidak boleh saling menyalahkan dan mencari kesalahan. Mari sama-sama kita bergandengan tangan, baik guru, maupun orangtua anak, kembali tingkatkan perhatian pada anak, terlebih anak yang beranjak dewasa,” harapnya.

Dirinya juga menyebut, belakangan ini anak berkembang dengan fasilitas yang sangat modern. Bermodalkan smartphone yang difasilitasi dengan internet, anak dapat mengakses segala bentuk informasi. Dan hal ini jika tidak disaring dengan baik, bisa menjadi hal yang negatif.

“Apalagi saat ini dengan kemajuan teknologi, dengan modal hape dan internet, anak bisa akses informasi apa pun. Dan hal ini lah yang perlu peran aktif orang tua dan guru, mari sama-sama kita saring, apa yang diakses oleh anak. Dengan cara selalu mengajaknya mengobrol, dan memeriksa hape anak untuk mengetahui apa saja yang dilakukan anak,” ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan dan masyarakat untuk mencegah tawuran maupun berbagai perilaku kekerasan lainnya pada anak usia remaja. Seharusnya setiap sekolah membentuk dan memiliki tim pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Tim itu terdiri dari orangtua, guru, tenaga kerja di sekolah, lingkungan sekitar, masyarakat, RT, RW, di mana sekolah itu berada.

Diketahui aksi tawuran antar pelajar sekolah di Kabupaten Karo semakin marak. Dalam aksi tersebut, ada pelajar yang membawa senjata tajam (sajam) seperti celurit, pedang maupun lainnya. Bukan hanya itu sempat juga terjadi perselisihan antara pelajar dengan masyarakat di wilayah tongging, yang terjadi pada, Senin (20/04/2026) kemarin, yang juga menjadi cukup perhatian. (JKTim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *