Karo, Jurnaliskaro.com,- Ketersediaan stok komoditas pangan di gudang Perum Bulog Cabang Karo dalam kondisi aman, hal ini dapat dilihat dengan stok beras mencapai 850 ton serta stok minyak goreng Minya Kita sebanyak 300.000 liter.
Begitu juga kinerja penyerapan gabah menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) pada tahun 2025 sebesar 343 ton, sementara pada tahun 2026 meningkat menjadi 760 ton.
Menurut Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Karo, Glen Dedi MS, Bulog sebagai operator pemerintah memiliki tugas untuk menyerap gabah langsung dari petani dengan harga Rp 6.500/kg. Dan gabah yang diserap kemudian diolah menjadi beras dan digunakan sesuai penugasan pemerintah dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.
“Kami optimis kinerja penyerapan di wilayah Karo akan terus meningkat. Dukungan dari petani dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/04/2026) pagi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 5 juta ton secara nasional. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat keberhasilan penguatan ketahanan dan kemandirian pangan di Indonesia.
“Untuk stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang betul mencapai 5 juta ton, dan untuk wilayah Sumatera Utara sebesar 63.000 ton. Ini juga merupakan stok beras tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka,” terangnya.
Menurutnya, capaian stok yang tinggi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan. Kondisi ini juga menjadi kelanjutan tren positif dari tahun sebelumnya.
Dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator harga, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional. Stok CBP menjadi instrumen strategis untuk meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan pangan pemerintah.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi gudang yang mulai penuh menjadi indikasi tingginya serapan dan kesiapan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah.
Di tengah ketidakpastian kondisi global yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan, Bulog memastikan bahwa ketersediaan beras, khususnya di Sumatera Utara, berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras Bulog siap digunakan sesuai ketentuan pemerintah, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan,” ungkapnya. (JKTim)
